Tiada yang Salah, Granit Xhaka Hanya Manusia Biasa
Berita Bola Eropa Seputar Sepak Bola

Tiada yang Salah, Granit Xhaka Hanya Manusia Biasa

Advertisement
QQRoyal Judi Slot & Casino Online Terpercaya di Asia
Advertisement
Ultra88 Judi Slot dan Casino Online Terpercaya di Asia
Advertisement
Q11Bet Judi Casino IDNLive & Live Poker Terpercaya Asia
Advertisement
Royal188Bet Judi Slot & Casino Online Terpercaya Asia
Advertisement
Situs Judi Bola 88 Online, Judi Dadu Online Uang Asli | Go88Bet

Tiada yang Salah, Granit Xhaka Hanya Manusia Biasa

BeritaSport – Granit Xhaka diyakini jadi pihak yang paling dirugikan setelah konflik dengan fans Arsenal beberapa waktu lalu. Xhaka hanya manusia biasa yang bisa hancur karena tekanan.

Xhaka kehilangan ban kaptennya setelah respons buruknya ketika ditarik keluar pada laga imbang 2-2 dengan Crystal Palace. Xhaka dicemooh, tapi membalasnya dengan umpatan.

Sejak insiden itu, nasib Xhaka kian buruk. Dia jarang dipilih Unai Emery dalam pertandingan. Dia tidak lagi dianggap pemimpin, juga dikabarkan bakal segera dijual klub.

Nasib Xhaka ini mengundang komentar mantan pemain Arsenal, Stephan Lichtsteiner.

Lichtsteiner mencoba bersikap netral, dia tahu tidak ada yang benar-benar bersalah pada insiden ini. Dia bisa memahami kekesalan fans, pun bisa memahami reaksi Xhaka. Bagaimanapun, dia menjamin Xhaka selalu mengutamakan klub.

“Saya memahami kedua pihak Xhaka dan fans, Anda tahu? Saya memahami fans, sebab ada ambisi dan mereka ingin menang,” buka Lichtsteiner kepada Berita Sport.

“Mereka tidak bahagia, jelas, tapi saya pun memahami Granit sebab reaksinya masih manusiawi. Dia layak mendapatkan respek lebih, sebab dia memberikan segalanya untuk Arsenal.”

“Saya pernah melihat cara kerjanya, dia 100 persen profesional,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Lichtsteiner memandang insiden Xhaka vs fans ini sebagai penegasan status Arsenal selaku klub besar. Xhaka pasti sudah belajar dari masalah ini, dia bakal jadi pemain yang lebih baik.

“Di sisi lain, semakin besar klub, semakin besar tekanan yang ada. Sebagai pesepak bola, Anda harus mengatasi tekanan itu sebab itu bagian dari pertandingan,” lanjut Lichtsteiner.

“Tekanan itu wajar dalam sepak bola, khususnya jika Anda bermain untuk klub besar. Jadi apa yang terjadi pada Granit sangat manusiawi, tapi saya berharap mereka bisa menemukan solusi yang terbaik,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *