Mesut Ozil: Mengapa Selalu Saya Yang Dikambinghitamkan
Berita Bola Eropa Seputar Sepak Bola

Mesut Ozil: Mengapa Selalu Saya Yang Dikambinghitamkan

Advertisement
QQRoyal Judi Slot & Casino Online Terpercaya di Asia
Advertisement
Ultra88 Judi Slot dan Casino Online Terpercaya di Asia
Advertisement
Q11Bet Judi Casino IDNLive & Live Poker Terpercaya Asia
Advertisement
Royal188Bet Judi Slot & Casino Online Terpercaya Asia
Advertisement
Situs Judi Bola 88 Online, Judi Dadu Online Uang Asli | Go88Bet
Advertisement
Poker365 Situs Domino Ceme dan Poker Online Terpercaya

Mesut Ozil: Mengapa Selalu Saya Yang Dikambinghitamkan

BeritaSport – Ozil merasa heran dirinya selalu dikambinghitamkan setiap kali timnya bermain buruk.

Mesut Ozil mengaku gerah dengan sejumlah pihak yang selalu menyalahkan dirinya setiap kali Arsenal atau timnas Jerman bermain buruk.

Para pengkritik memang sering mengarahkan jari telunjuknya kepada Ozil, terutama ketika Arsenal bermain di bawah performa. Gaya bermain Ozil yang terkesan kurang energik membuatnya jadi sasaran empuk untuk dikambinghitamkan. Menurutnya, hal itu tidak adil.

“Ini selalu terjadi ketika ada seorang eks pemain yang berbicara di depan televisi dan mengkritik saya,” katanya kepada Berita Sport.

“Jika kami bermain jelek di sebuah laga besar, maka saya yang selalu disalahkan. Saya paham, orang-orang menuntut saya untuk melakukan banyak hal, mendikte permainan, membuat perbedaan. Tapi, saya bukan satu-satunya pemain di dalam tim dan dalam beberapa kasus, tim lawan memang lebih bagus ketimbang kami.”

“Lalu, apakah yang dimaksud ‘laga besar’ atau ‘laga kecil’? Di Liga Primer, setiap tim bisa saling mengalahkan. Lihat bagaimana Wolves dan Norwich mengalahkan Man City, atau Newcastle dan West Ham memukul Man United. Jadi, Anda tidak bisa mengatakan bahwa saya hanya tampil bagus di ‘laga kecil’ karena istilah itu tidak berlaku,” jelasnya.

Selain soal kritik, Ozil juga dipusingkan dengan minimnya menit bermain di bawah arahan Unai Emery. Di musim ini, playmaker 31 tahun itu baru bermain dua kali di semua ajang.

“Tentu saja situasi ini mengecewakan, tetapi sebagai pesepakbola profesional saya harus menghormati keputusan pelatih. Ini bukan tentang saya atau pelatih. Ini tentang klub,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *