Indonesia Pernah Jadi Raja Asia Tenggara di SEA Games
Berita Bola Indonesia Seputar Sepak Bola

Indonesia Pernah Jadi Raja Asia Tenggara di SEA Games

Advertisement
QQRoyal Judi Slot & Casino Online Terpercaya di Asia
Advertisement
Ultra88 Judi Slot dan Casino Online Terpercaya di Asia
Advertisement
Q11Bet Judi Casino IDNLive & Live Poker Terpercaya Asia
Advertisement
Royal188Bet Judi Slot & Casino Online Terpercaya Asia
Advertisement
Situs Judi Bola 88 Online, Judi Dadu Online Uang Asli | Go88Bet

Indonesia Pernah Jadi Raja Asia Tenggara di SEA Games

BeritaSport – Kalimat Indonesia adalah Raja Asia Tenggara kini sudah berganti jadi Indonesia pernah jadi raja Asia Tenggara dalam ajang SEA Games.

Sejak SEA Games mulai digelar pada tahun 1977, Indonesia adalah langganan juara umum. Atlet-atlet Indonesia mampu mengantar kontingen Indonesia duduk di posisi tertinggi pada klasemen akhir SEA Games.

Indonesia langsung jadi langganan juara begitu pertama kali mengikuti SEA Games pada edisi 1977. Saat itu kontingen Indonesia tak tertandingi dalam raihan medali emas dalam pesta olahraga ASEAN yang tengah digelar di Malaysia.

Indonesia total mendapat 62 emas, 41 perak, dan 34 perunggu pada gelaran perdana. Kontingen Merah-Putih unggul jauh dari Thailand yang ada di posisi kedua dengan catatan 37 emas, 35 perak, dan 33 perunggu.

Setelah jadi juara umum di 1977, Indonesia tak terhentikan untuk selalu jadi juara umum SEA Games di kesempatan-kesempatan berikutnya.

Dalam kurun waktu 1977-1997, hanya dua kali Indonesia gagal jadi juara umum pada ajang dua tahunan tersebut. Hal itu terjadi ketika ajang SEA Games berlangsung di Thailand, yaitu pada 1985 dan 1995.

Dominasi dan kejayaan Indonesia mulai terkikis setelah Indonesia jadi juara umum SEA Games 1997 yang berlangsung di Jakarta. Saat itu, Indonesia meraih 194 emas, 101 perak, dan 115 perak.

Catatan spektakuler itu ternyata jadi pesta terakhir Indonesia sebelum tenggelam karena terkejar oleh negara-negara pesaing.

Indonesia mulai melemah dan duduk di peringkat ketiga pada tiga edisi SEA Games berurutan dari 1999-2003. Posisi Indonesia bahkan mulai melorot ke urutan kelima (SEA Games 2005), meski kemudian membaik ke posisi keempat (SEA Games 2007), dan ketiga (SEA Games 2009).

Indonesia akhirnya bisa menyudahi dahaga gelar juara umum di SEA Games 2011. Saat itu Indonesia bisa kembali jadi juara umum ketika tampil sebagai tuan rumah. Indonesia meraih 182 emas, 151 perak, dan 143 perunggu.

Namun kebangkitan di SEA Games 2011 ternyata bukan jadi titik tolak Indonesia untuk kembali tampil meroket. Indonesia kembali ke peringkat keempat pada SEA Games 2013, disusul peringkat kelima (SEA Games 2015 dan SEA Games 2017).

Meski faktor cabor pilihan tuan rumah makin dominan, tak bisa dimungkiri Indonesia juga mengalami kemunduran prestasi dalam persaingan olahraga di Asia Tenggara. Kesulitan Indonesia untuk sekadar masuk ke posisi tiga besar adalah indikasi kuat makin sulit bersaing.

Untuk edisi tahun ini, kontingen Indonesia hanya berani memasang target 45-50 medali emas. Catatan itu di atas kertas hanya bakal menempatkan posisi Indonesia di peringkat 3-4.

Indonesia harus mulai menerima kenyataan bahwa Indonesia pernah jadi raja Asia Tenggara adalah kalimat yang lebih realistis untuk kondisi Indonesia di ajang SEA Games.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *